Prestasi Buah dari Konsistensi

16 jun 2014

Lagi, jurusan Teknik Informatika menorehkan prestasinya di tahun 2014 ini. Adalah Andre Leander yang menjadi lulusan terbaik dari Fakultas Teknologi Industri dengan IPK tertinggi, 3.86. Tidak hanya itu, pria asal Luwuk ini juga lulus dengan predikat Mahasiswa Aktif Berprestasi.

Tugas Akhir yang dibuatnya ialah sebuah program ERP (Enterprise Resource Planning) yang memiliki memiliki beberapa modul yang saling terintegrasi seperti, pembelian, penjualan, dan akuntansi. Andre memilih membuat program ini karena ia melihat fakta di lapangan, bahwa kebanyakan perusahaan masih menggunakan program tunggal. Tipe program seperti itu akan merugikan perusahaan-perusahaan yang memiliki visi untuk memperbesar usahanya, karena program tunggal tidak akan mampu mengikuti proses bisnis perusahaan yang akan terus berevolusi. Sedangkan program ERP yang dibuat oleh Andre, sudah bersifat dinamis dan mampu mengikuti perubahan proses bisnis suatu perusahaan yang terus berkembang. Selain itu dengan program terintegrasi seperti ini, juga akan mengurangi human error yang terjadi karena ketidaksamaan persepsi karyawan antar divisi.

Prestasi Andre ini sudah tampak melalui konsistensinya yang selalu muncul dalam peringkat 5 besar di angkatannya selama 4 tahun kuliah ini. Rahasianya sederhana yaitu mengerjakan tugas yang sudah diberikan dan jangan meremehkan tugas. Mungkin saja mata kuliah yang diambil bukan mata kuliah favorit, tapi itu bukan alasan untuk membiarkan tugas-tugas terbengkalai. Selain itu pastikan juga mata kuliah yang diambil adalah yang benar-benar dibutuhkan, bukan karena ikut-ikutan teman.

Bagi Andre, mata kuliah di Teknik Informatika tidak terlalu banyak hafalan, yang penting mengerti konsep dan cara kerja.  Mata kuliah di Teknik Informatika juga saling berhubungan, jadi seharusnya tidak terlalu sulit untuk mengikuti perkuliahan jika memang sudah menguasai materi yang didapat sebelumnya.

Sedikit trik dari pria kelahiran 12 Desember 1992 ini: anggap saja bahasa pemrograman itu seperti bahasa kita, bahasa manusia. Seperti kita berbicara dalam bahasa asing. Pertama yang harus kita lakukan ialah menerjemahkan terlebih dahulu diotak kita, kemudian baru mengucapkannya. Sering latihan ketika diberi tugas praktikum akan membuat kita terbiasa dengan bahasa tersebut dan pastikan kita mengerti apa yang sedang kita buat, jangan bingung.

Selain itu ada baiknya untuk konsisten ke salah satu bahasa pemrograman. Meski pada umumnya sekian banyak varian bahasa pemrograman memiliki kesamaan struktur, yang membedakan hanya syntax-nya saja. Paling dasar harus menguasai Algoritma Pemrograman dan Pemrograman Berorientasi Objek, karena keduanya adalah dasar dari semua bahasa pemrograman. Kemudian baru implementasinya yang berbeda-beda. Ibaratnya seperti Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu.(gaf)


Andre Leander, S.Kom
Close